Dalam industri konstruksi, telekomunikasi, pemeliharaan fasilitas, atau pekerjaan apa pun yang dilakukan di atas ketinggian tertentu, risiko jatuh adalah bahaya utama yang dapat berakibat fatal. Full Body Harness adalah Alat Pelindung Diri (APD) paling penting yang dirancang khusus untuk meminimalkan risiko ini. Harness ini bukan sekadar sabuk, melainkan sistem penopang tubuh yang dirancang secara ergonomis untuk menahan dan mendistribusikan beban tubuh pekerja secara aman jika terjadi peristiwa jatuh (fall arrest).
Full Body Harness dirancang untuk menopang seluruh tubuh bagian atas dan bawah. Komponen utamanya terbuat dari webbing (tali pita) yang sangat kuat, umumnya berbahan nilon atau poliester, yang mampu menahan beban ribuan kilogram.
Sistem Webbing: Webbing ini melingkari bahu, dada, pinggul, dan paha. Fungsinya adalah memastikan bahwa, saat terjadi penahanan jatuh, kekuatan hentakan tersebar merata ke area tulang yang kuat (seperti tulang paha dan pinggul), bukan terfokus pada bagian tubuh yang rentan seperti perut atau dada.
Titik Pengait (D-Rings): Bagian paling vital adalah D-Ring.
D-Ring Dorsal (Punggung): Ini adalah titik pengait utama untuk sistem penahanan jatuh (fall arrest). Titik ini memastikan pekerja berada dalam posisi tegak setelah jatuh, yang sangat penting untuk meminimalkan trauma suspensi.
D-Ring Samping/Pinggul: Digunakan untuk work positioning (penempatan posisi kerja) agar pekerja dapat menyandarkan diri dan membebaskan kedua tangan untuk bekerja.
Gesper dan Pengatur: Dilengkapi dengan gesper pengunci (biasanya tipe quick-connect atau tongue buckle) yang memungkinkan pekerja menyesuaikan harness agar pas dan ketat di tubuh.
Full Body Harness adalah komponen inti dari Sistem Penahan Jatuh Pribadi (Personal Fall Arrest System/PFAS). Sistem ini bekerja berdasarkan prinsip:
Penahanan Jatuh (Fall Arrest): Tugas paling utama. Jika pekerja tergelincir atau kehilangan pijakan, harness akan menangkap jatuhnya tubuh melalui koneksi ke lanyard (tali penghubung) dan anchorage (titik jangkar).
Posisi Kerja (Work Positioning): Memungkinkan pekerja untuk bekerja di ketinggian dengan kedua tangan bebas, biasanya dengan dukungan D-Ring samping yang dihubungkan ke tali penopang.
Akses Tali (Rope Access): Beberapa harness khusus dilengkapi D-Ring depan yang kuat untuk pekerjaan yang memerlukan penurunan atau penaikan menggunakan tali.
Kegunaan full body harness meliputi semua pekerjaan yang berisiko jatuh, mulai dari pemasangan baja struktural, pembersihan jendela gedung tinggi, hingga pemeliharaan menara telekomunikasi.
Meskipun tidak ada warna standar tunggal yang diwajibkan secara universal, warna pada harness memiliki fungsi praktis:
Warna Kontras (Kuning, Hijau Neon, Merah): Banyak produsen menggunakan warna-warna cerah ini pada webbing agar visibilitas pekerja di ketinggian menjadi tinggi, mempermudah pengawasan dan inspeksi.
Warna Ganda: Beberapa harness menggunakan dua warna (misalnya oranye di luar dan hitam di dalam) untuk mempermudah pekerja mengidentifikasi bagian mana yang merupakan sisi dalam dan luar (donning) agar pemasangan dilakukan dengan benar.
Ukuran adalah faktor keselamatan yang sangat krusial. Harness harus pas dengan tubuh, tidak terlalu longgar (yang berisiko meleset saat jatuh) dan tidak terlalu ketat (yang dapat mengganggu sirkulasi darah). Produsen menyediakan berbagai ukuran (misalnya S, M, L, XL) serta harness yang dapat disesuaikan untuk mengakomodasi berbagai bentuk tubuh pekerja. Ketidaksesuaian ukuran adalah salah satu penyebab utama kegagalan penahanan jatuh yang efektif.
Di Indonesia, produk-produk keselamatan kerja, termasuk full body harness, idealnya harus mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) yang relevan (misalnya SNI yang mengadopsi standar internasional seperti EN 361 atau ANSI Z359).
Kepatuhan terhadap standar ini menjamin bahwa harness:
Kekuatan Statis dan Dinamis: Telah diuji untuk menahan beban statis yang besar dan beban kejut (shock load) yang terjadi saat penahanan jatuh, yang diukur dalam satuan kilonewton (kN).
Material Tahan Lama: Terbuat dari material yang tahan terhadap degradasi akibat sinar UV, gesekan, dan paparan cuaca.
Desain Ergonomis: Desainnya dapat mempertahankan tubuh pekerja dalam posisi yang aman setelah jatuh, meminimalkan efek trauma suspensi (penekanan sirkulasi darah setelah tergantung dalam waktu lama).
Penggunaan full body harness yang bersertifikasi dan dipasang dengan benar adalah garis pertahanan terakhir pekerja, menjadikannya APD yang mutlak diperlukan untuk memastikan setiap pekerjaan di ketinggian berakhir dengan selamat.
Legion FBH Double Big Hook
Gosave FBH Eco Single Big Hook
Engo FBH Eco Absorber Double Big Hook
Engo FBH Eco Basic Double Big Hook
Gosave FBH Pro Absorber Double Big Hook
Gosave FBH Ecofit Double Big Hook
Gosave FBH Ecofit Single Big Hook
Gosave FBH Pithon Absorber Double Big Hook
Gosave FBH Eco Double Big Hook
Legion FBH Basic Single Big Hook
Legion FBH Protect Basic Double Big Hook
Legion FBH Protect Basic Double Big Hook
Excellent FBH Double Big Hook